Sisi Lain Bisnis Digital : Konsistensi Lebih Penting dari Followers

Sisi Lain Bisnis Digital : Konsistensi Lebih Penting dari Followers

Ditulis oleh Amelia Dwi Amara, Keysha Adinda Sayyidina - 07 November 2025

Di era digital seperti sekarang, angka sering kali menjadi ukuran segalanya. Jumlah pengikut di media sosial kerap dijadikan tolak ukur keberhasilan sebuah brand. Semakin besar angka di profil akun, semakin tinggi pula anggapan bahwa brand tersebut sukses. Padahal banyak brand atau kreator dengan jutaan pengikut justru memiliki tingkat keterlibatan (engagement) yang rendah. Hal ini membuktikan bahwa popularitas bukan satu-satunya faktor penting dalam membangun kesuksesan digital. Ada unsur yang lebih mendalam dan sering diabaikan, yaitu konsistensi.

Konsistensi merupakan fondasi dari kepercayaan dan loyalitas audiens. Dalam dunia yang bergerak cepat seperti media sosial, brand yang mampu menjaga arah komunikasinya secara stabil akan lebih mudah diingat dan dipercaya. Konsistensi bukan hanya tentang seberapa sering sebuah brand mengunggah konten, tetapi juga bagaimana konten tersebut selalu merefleksikan nilai, pesan, dan citra yang sama.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa dunia digital tidak selalu berpihak pada yang populer, melainkan pada yang konsisten. Konsistensi bukan hanya soal rajin mengunggah konten setiap hari, tetapi juga tentang menjaga kualitas, pesan, dan identitas brand secara berkelanjutan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh HubSpot (2022), konsistensi dalam publikasi konten dapat meningkatkan brand trust hingga 33%, dibandingkan dengan akun yang hanya aktif ketika ada momentum viral. Visual yang konsisten di sosial media secara signifikan meningkatkan sikap positif pengguna terhadap perusahaan dibanding kondisi visual yang tidak konsisten (Kaur&Kaur, 2021). Artinya, bagaimana suatu brand menampilkan diri secara konsisten jauh lebih berpengaruh dibanding hanya fokus menambah pengikut baru. Konsistensi membuat audiens merasa familiar, percaya, dan akhirnya loyal terhadap suatu brand.

Konsitensi Sebagai Pondasi Brand

Dalam dunia digital marketing, konsistensi bukan hanya tentang seberapa sering sebuah brand muncul di linimasa, tetapi bagaimana setiap kemunculan tersebut memperkuat citra yang sama di benak audiens. Konsistensi menjadi pondasi dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Menjaga keselarasan antara visi, misi, dan tone of voice di berbagai platform digital dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap brand (Anggraeni et al, 2025). Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi berperan sebagai kompas yang menjaga arah komunikasi brand agar tidak melenceng dari nilai-nilai utamanya.

Namun, menjaga konsistensi bukan hal yang mudah. Setiap platform digital memiliki karakteristik dan algoritma yang berbeda. Cara berkomunikasi di Instagram tentu tidak sama dengan di TikTok atau X (Twitter). Tantangannya adalah bagaimana menyesuaikan gaya komunikasi di tiap kanal tanpa kehilangan jati diri brand. Misalnya, gaya humor yang digunakan di TikTok bisa saja tidak cocok untuk LinkedIn, tetapi pesan utama yang disampaikan tetap harus mencerminkan nilai dan kepribadian yang sama.

Brand yang mampu menjaga keseragaman gaya visual, tone, dan pesan di berbagai platform akan lebih mudah membangun brand recall. Konsumen yang terus melihat pola komunikasi yang konsisten cenderung merasa lebih dekat dan nyaman. Sebaliknya, perubahan arah yang terlalu sering, baik dalam visual maupun pesan, dapat membuat audiens kehilangan kepercayaan karena dianggap tidak stabil atau tidak memiliki identitas yang kuat.

Konsistensi juga menjadi bukti dedikasi jangka panjang. Banyak brand yang sukses viral dalam waktu singkat, namun tidak bertahan lama karena gagal menjaga kualitas. Popularitas cepat memang menarik, tetapi keberhasilan sejati datang dari kemampuan mempertahankan kualitas dan nilai secara berkelanjutan. Seperti yang dijelaskan Kotler dan Keller (2016), kekuatan sebuah merek tidak dibangun dalam semalam, melainkan hasil dari proses konsisten yang dilakukan terus-menerus.

Konsistensi vs Follower : Apa yang Lebih Bernilai?

Follower memang penting sebagai bentuk bukti sosial (social proof), tetapi tanpa konsistensi, pertumbuhan pengikut hanyalah angka tanpa makna. Konsistensi membangun trust, sementara follower hanya menunjukkan popularitas sesaat. Dalam jangka panjang, konsistensi menghasilkan hubungan yang autentik antara brand dan audiens, sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan iklan atau kampanye viral.

Brand yang mampu mempertahankan konsistensi, baik dalam gaya komunikasi, desain visual, maupun nilai yang disampaikan, akan lebih mudah diingat oleh pelanggan. Kaur dan Kaur (2021) juga menambahkan bahwa kejelasan identitas brand yang dibangun secara konsisten menciptakan pengalaman positif yang mendalam bagi audiensnya.

Konsistensi dalam Praktik Nyata

Contoh dari Brand E-Commerce
Sumber:
https://purwandaru.com/mulai-aja-dulu/ (2025)

Contoh nyata dapat dilihat dari berbagai brand yang berhasil membangun komunitas loyal karena keuletannya dalam menjaga keseragaman pesan. Misalnya, Tokopedia yang sejak awal selalu mengusung nilai “mulai aja dulu”. Pesan ini bukan sekadar slogan, tapi menjadi roh dari seluruh strategi komunikasinya, baik di kampanye digital, iklan televisi, hingga aktivitas kolaborasi dengan UMKM. Dengan gaya komunikasi yang hangat, optimistis, dan relevan dengan semangat anak muda, Tokopedia berhasil menanamkan identitas brand yang kuat di tengah persaingan e-commerce yang ketat.

 

Contoh dari Brand Erigo
Sumber: https://erigostore.co.id/blogs/blogs/ (2025)

Hal serupa juga bisa dilihat dari Erigo, brand fashion lokal yang sukses menembus pasar internasional. Erigo selalu konsisten menampilkan citra casual streetwear dengan tone visual dan gaya komunikasi yang senada di semua platform digital. Baik saat bekerja sama dengan influencer, membuat kampanye promosi, maupun tampil di New York Fashion Week, Erigo tetap mempertahankan karakter yang dekat dengan audiens muda Indonesia. Konsistensi inilah yang membuat brand tersebut tidak hanya dikenal, tapi juga dipercaya dan dibanggakan oleh penggemarnya.

Konsistensi juga menciptakan efisiensi dalam strategi pemasaran. Dengan identitas dan arah yang jelas, tim kreatif dapat bekerja lebih fokus dan tidak perlu terus-menerus mencari “konsep baru” yang berisiko mengacaukan citra brand. Selain itu, konsistensi membantu memperkuat kehadiran digital melalui algoritma media sosial yang cenderung menonjolkan akun dengan aktivitas stabil dan relevan.

Bisnis digital tidak hanya soal viralitas atau jumlah pengikut. Di balik keberhasilan jangka panjang, konsistensi adalah kunci yang memastikan brand tetap relevan, dipercaya, dan diingat. Follower bisa datang dan pergi, tetapi konsistensi adalah alasan mengapa pelanggan tetap bertahan.

Follower bisa datang dan pergi, tetapi konsistensi adalah alasan mengapa pelanggan tetap bertahan. Brand yang konsisten menunjukkan integritas, profesionalitas, dan kejelasan arah. Di tengah dunia digital yang berubah cepat, konsistensi menjadi jangkar yang menjaga brand tetap relevan dan dipercaya. Karena pada akhirnya, di atas semua strategi, kepercayaan adalah mata uang paling berharga dalam dunia digital.

Rujukan:

HubSpot. (2022). Content Consistency: The Secret to Long-Term Growth. Diakses dari https://blog.hubspot.com

Kaur, H., & Kaur, K. R. (2021). Investigating the Effects of Consistent Visual Identity on Social Media. Journal of Indian Business Research. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/349698377

Anggraeni, D., Triany, N. A., Apriyanto, A., & Sutresna, A. (2025). Komunikasi Korporat: Seni dan Strategi Membangun Citra Perusahaan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Penulis: Amelia Dwi Amara dan Keysha Adinda Sayyidina

Penyunting: Olly Aurora