Ditulis oleh Najwa Wilona, Nova Maharani - 31 Oktober 2025
Di tengah ekonomi yang makin tidak menentu ini, semakin banyak anak muda yang sadar kalau kebutuhan makin banyak
dengan harga yang tidak murah murah. Dari hangout, skincare-an, sampai langganan streaming, semua butuh uang. Daripada smartphone hanya dipakai
buat scroll TikTok sampai
lupa waktu dan menyukai konten random, kenapa tidak dijadikan mesin penghasil uang?
Sekarang jadi pengusaha
digital sudah bukan mimpi lagi. Cukup modal smartphone, koneksi
internet, dan niat, maka sudah bisa mulai
bangun bisnis digitalmu dan semuanya dimulai dari genggaman tangan sendiri. Tidak heran kalau sekarang makin banyak anak muda yang berani terjun
dan membangun bisnis digital.
Tren ini juga didukung data dari
Kementerian Koperasi dan UKM, yang mencatat bahwa hingga Juli 2024 sudah ada
lebih dari 25,5 juta UMKM di Indonesia yang berhasil go digital. Angka ini menunjukkan kalau
generasi muda sekarang
bukan cuma sekadar sebagai pengguna internet yang pasif, tapi juga pelaku dan pencipta
peluang baru di dunia digital. Berikut cara anak muda bisa jadi pengusaha digital dengan modal
smartphone:
1. Tentukan Ide Bisnis dengan Dijalankan dari Handphone
Langkah pertama adalah menentukan ide bisnis yang bisa dijalankan langsung
dari smartphone. Pilih yang realistis dan sesuai dengan minat serta
kemampuan. Kalau yang suka jualan,
mulai dari produk
fisik seperti fashion
kekinian, aksesori handmade, atau jadi reseller
barang-barang favorit yang lagi tren. Kalau punya skill digital,
manfaatkan kemampuan itu untuk menawarkan jasa seperti desain grafis, edit
video, copywriting, atau jadi admin media sosial.
Buat yang ekspresif dan kreatif, buat konten di TikTok, Instagram, atau YouTube juga bisa jadi sumber uang melalui iklan, kolaborasi brand, atau afiliasi produk. Banyak kreator muda yang
sudah sukses dengan bermodal smartphone dan ide out of the box. Jadi, kalau punya gaya unik atau out of the box, jangan ragu buat memulainya.
2. Bangun Brand dan Identitas Digital “Impactful”
Di era digital seperti sekarang, tampil beda bukan lagi pilihan tapi keharusan. Semua bisnis berlomba-lomba menarik perhatian lewat visual yang kuat, jadi penting banget buat punya citra online yang profesional. Mulailah dengan membuat akun bisnis terpisah di media sosial supaya lebih profesional. Gunakan foto profil yang rapi dan relevan dengan bisnismu, tulislah bio yang informatif dan jelas, serta tambahkan link ke toko online atau WhatsApp agar calon pelanggan mudah menghubungi.
Jangan lupa juga untuk
mentukan juga tema visual yang konsisten untuk produk, misalnya tone pastel
buat kesan lembut, gaya minimalis buat tampilan bersih dan elegan, atau nuansa
fun and bold biar terkesan energik dan berani. Selain visual, gaya komunikasi
juga krusial. Pakai caption dengan bahasa yang mencerminkan kepribadian sendiri, sehingga audiens merasa dekat, nyaman, dan percaya dengan brand.
Hal ini sejalan dari hasil penelitian EnPress Publisher (2024), brand
identity yang kuat dan
konsistensi dalam digital
presence menjadi dua faktor utama
yang membuat bisnis kecil tetap bisa bersaing di ranah
online. Semakin autentik dan konsisten dalam menampilkan citra bisnis, semakin
besar peluang untuk menarik perhatian audiens dan membangun loyalitas pelanggan
yang tahan lama.
3. Maksimalkan Aplikasi Gratis di Smartphone
Smartphone sebenarnya udah
bisa jadi “kantor portabel” yang lengkap banget, asalkan tahu cara
memaksimalkannya. Semua tools penting buat bisnis digital kini banyak yang
tersedia gratis dan mudah dipakai. Buat konten, gunakan aplikasi seperti CapCut,
InShot, atau Canva supaya foto dan
video terlihat profesional. Mau hasil lebih estetik, maka Lightroom Mobile siap bantu atur tone
biar produk makin standout.
Untuk jualan, maka bisa manfaatkan Shopee,
Tokopedia, Instagram Shop,
atau TikTok Shop supaya
promosi dan transaksi lebih gampang. Komunikasi sama pelanggan tetap
rapi, pakai WhatsApp Business untuk
auto-reply dan katalog produk. Jangan lupa juga pantau performa lewat Instagram
Insight atau TikTok Analytics supaya tahu konten mana yang paling cuan. Dengan
semua aplikasi gratis ini, smartphone sudah cukup untuk jadi mesin penghasil uang andalan.
4. Kelola Modal dengan Smart Budgeting
Tidak perlu langsung terjun dengan modal
besar. Bisa mulai dengan menyiapkan dana untuk stok, kemasan, dan promosi
kecil-kecilan sebagai langkah awal. Buat promosi, manfaatkan fitur ads di media sosial dengan budget kecil
dan target audiens lokal dulu, supaya hasilnya maksimal tanpa buat kantong
bolong. Yang tidak kalah penting, catat semua pemasukan dan pengeluaran melalui aplikasi gratis seperti Money Lover atau Notion, agar keuangan bisnis tetap
rapi dan terkontrol sejak awal.
5. Promosi Catchy
Zaman sekarang
jualan tidak cukup, tetapi juga harus bisa cerita. Sekarang ini, lebih
tertarik sama brand yang punya kepribadian dan vibe, bukan cuma produk yang
bagus. Makanya, mulai
bangun storytelling yang autentik supaya
audiens merasa relate. Konten seperti ini bisa buat bisnis terasa lebih “manusiawi” dan gampang disukai.
Berdasarkan
laporan dari Hashmeta oleh Terrence Ngu (2024), 67% audiens di Indonesia lebih
menyukai konten ringan dan otentik dibanding iklan formal. Artinya, promosi yang nuansa real dan tidak terkesan memkasa akan lebih efektif
menarik perhatian generasi
muda. Intinya, promosi yang catchy itu yang dekat, jujur, dan relate sama audiensmu.
6. Layani Pelanggan dengan Respons Cepat dan Personal
Kunci sukses bisnis digital itu simpel: pelanggan puas, bisnis pun langgeng. Di era serba cepat seperti sekarang, respons yang sigap bisa jadi pembeda besar. Supaya hubungan dengan pelanggan makin personal, bisa selalu berikan update pesanan secara rutin supaya pelanggan merasa aman dan dihargai atau repost testimoni pelanggan di media sosial sebagai bukti kepercayaan sekaligus cara halus menarik pembeli baru.
Tambahkan juga promo kecil seperti diskon
ulang tahun atau bonus khusus
di pembelian kedua. Sentuhan
sederhana tapi berkesan seperti ini bisa bikin pelanggan merasa dihargai, dan
tentu saja, pelanggan bakal lebih senang balik lagi belanja di tempat tersebut.
7. Evaluasi dan Upgrade Pelan-Pelan
Setelah bisnis mulai
berjalan, saatnya evaluasi dan kembangkan secara bertahap. Pantau produk
atau jasa mana yang paling diminati pelanggan, supaya tahu fokus
mana yang perlu dipertahankan. Cek juga performa postingan di media sosial
untuk melihat konten mana yang paling banyak mendapat interaksi, karena ini
bisa jadi panduan strategi promosi berikutnya.
Jangan lupa hitung laba bersih
dan efisiensi biaya, supaya tahu seberapa sehat keuangan bisnis. Jika semuanya sudah stabil, mulai upgrade perlahan alat-alat produksi agar hasil
bisnis makin profesional dan menarik.
Sekarang, smartphone bukan sekedar
sebagai alat hiburan
lagi, tapi sudah menjadi mesin penghasil uang. Yuk,
sekarang buka smartphone, tulis ide bisnis, dan mulai langkah pertama dari genggaman tangan sendiri.
Rujukan:
Terrence,
Ngu. (2025). Social Media
Landscape Indonesia: Key Stats & Platforms
You Need to Know. Received by https://hashmeta.com/blog/social-media-landscape-indonesia-key-stats- platforms-you-need-to-know/
Lopes, J.M., Gomes, S. & Nogueira, E. Educational
insights into digital entrepreneurship: the influence of personality and
innovation attitudes. J Innov Entrep 14,
16 (2025). https://doi.org/10.1186/s13731-025-00475-y
Shofi, Ayudiana.
(2024). Kemenkop UKM: 25,5 juta UMKM telah "go digital". Received by https://www.antaranews.com/berita/4397157/kemenkop-ukm-255-juta-umkm-telah-go-digital
Penulis: Najwa Wilona, Nova Maharani
Penyunting: Olly Aurora